begitu ingin ku usir wajahmu,
dari menjarah setiap daerah atma,
namun sering kali aku menjadi gagal,
Kadang aku tertanya,
apa kau dukun,
atau mungkin pawang,
yang begitu jahat,
maracuni hati,
hingga menjadi begitu naif,
tapi,
tetap juga,
hati menjadi degil,
berkali berkata,
engkau tetap dia,
yang menjadi penguasa hati.
No comments:
Post a Comment