Dalam kehidupan seringkali kita berharap akan semua yang kita dambakan menjadi milik kita dan hak kita. Selalumya kita berharap Allah maha kaya memberikan segalanya yang menjadi impian dan keinginan kita. Selalu kita menanti tuhan segerakan memberi apa yang kita mahu. Dan selalu juga kita berasa marah bila segala keinginan kita tidak menjadi sebahagian dari takdir yang tuhan tetapkan buat kita.
Entahlah. Percaya atau tidak, kadangkala kita hanya akan menjadi seorang pengerti, bila kita telahpun kehilangan erti, kita cuma akan tahu merindui, bila kita kehilangan orang yang dirindui. Kita cuma tahu padahnya membenci bila kita sendiri dibenci dan kita cuma merasai kasih sayang, bila kita sendiri kehilangan seorang yang sangat mengasihani kita. Hidup ini penuh dengan segala macam pengetian hingga satu saat akan mendidik kita menjadi seorang yang sangat mengerti.
Belajar menjadi seorang yang mengerti, bukanlah suatu proses yang seketika. Kehilangan, kesakitan, kesedihan dan kegelapan adalah alat untuk kita menjadi seorang yang sangat mengerti. walaupon prosesnya amat menyakitkan, tetapi hasilnya sangat lumayan. Kehidupan selalunya diatur dengan jalan yang tersendiri. Rindu dan kebencian pula ibarat lampu-lampu sepanjang jalan kita belajar menjadi seorang yang sangat mengerti.
p/s: aku sedang belajar menjadi mengerti, dan aku sangat merinduimu..
No comments:
Post a Comment