song

Wednesday, 29 March 2017

Dia

Ada satu tika,
begitu ingin ku usir wajahmu,
dari menjarah setiap daerah atma,
namun sering kali aku menjadi gagal,

Kadang aku tertanya,
apa kau dukun,
atau mungkin pawang,
yang begitu jahat,
maracuni hati,
hingga menjadi begitu naif,

tapi, 
tetap juga,
hati menjadi degil,
berkali berkata,
engkau tetap dia,
yang menjadi penguasa hati.

Tuhan tidak pernah Tidur..

Masya-Allah lama sungguh jari jemari ini tidak melagukan sebarang tarian kata dan makna. Terlalu lama asyik tenggelam dalam aktiviti dunia yang tak kenal erti berhenti. Banyak yang ingin ternyata tapi biarlah kalam saat ini tentang pengertian tuhan.. Ya tuhan yang tidak pernah tidur.

Tuhan.. tuhan kita.. pencipta kita.. Allah s.w.t.. hakikatnya hidup kita, ibadah kita, mati kita adalah berlandaskan kepada dia semata-mata. ya semata-mata kepada dia..ya sepatutnya..

pernah tidak suatu tika kita berasa tersangat letih? letih dengan sikap manusia yang bagaikan mencengkam jiwa.. pernah tidak disaat kita menggantung harapan pada manusia..satu demi satu kejadian menyakitkan muncul dan perkara itu datang dari manusia yang kita gantungkan pengharapan..

pernah tidak kita berasa rindu? tapi tidak tahu pada siapa kita rindu? pernah tidak kita sedih, tapi tidak tahu apa yang disedihkan? pernah tidak terasa ada satu kelompong luas di-dada..tapi tidak tahu apa yang kosong itu?

puas kita mencari, puas kita meluah, puas kita gelisah..tapi rasa tenang tetap tidak kunjung tiba..

kenapa ya??

kerana segala rasa itu disandarkan kepada Allah..luahlah kepada sejuta manusia, tidak siapa mengerti tentang apa yang kita rasa.. katalah pada sejuta bunga tidak juga kunjung ketenangan yang kita cari..

kerana terselit bahagia hanya pada pencipta rasa

RINDU

Bila angin tidak lagi mendinginkan, 
rindu menjadi begitu perit,
dan aku menjadi begitu beku,
pada cinta yang baru,

Aku lihat bulan seakan menyendiri,
seakan sedang menyindirku,
apakah aku ini buta,
rindu itu bukan lagi milikku,

jauh dihujung dunia,
seakan ada awan menari,
apakah masih ada harapan,
pada satu rindu yang bisu?

bunga luruh di musim semi,
begitu juga dengan air mata,
mengapa kian tua,
kian dalam rindu ini,
dan, 
aku, 
sangat, 
rindu,
kepadamu......

Belajar Untuk Menjadi Seorang Yang Mengerti

Assalamualaikum..

Dalam kehidupan seringkali kita berharap akan semua yang kita dambakan menjadi milik kita dan hak kita. Selalumya kita berharap Allah maha kaya memberikan segalanya yang menjadi impian dan keinginan kita. Selalu kita menanti tuhan segerakan memberi apa yang kita mahu. Dan selalu juga kita berasa marah bila segala keinginan kita tidak menjadi sebahagian dari takdir yang tuhan tetapkan buat kita.

Entahlah. Percaya atau tidak, kadangkala kita hanya akan menjadi seorang pengerti, bila kita telahpun kehilangan erti, kita cuma akan tahu merindui, bila kita kehilangan orang yang dirindui. Kita cuma tahu padahnya membenci bila kita sendiri dibenci dan kita cuma merasai kasih sayang, bila kita sendiri kehilangan seorang yang sangat mengasihani kita. Hidup ini penuh dengan segala macam pengetian hingga satu saat akan mendidik kita menjadi seorang yang sangat mengerti.

Belajar menjadi seorang yang mengerti, bukanlah suatu proses yang seketika. Kehilangan, kesakitan, kesedihan dan kegelapan adalah alat untuk kita menjadi seorang yang sangat mengerti. walaupon prosesnya amat menyakitkan, tetapi hasilnya sangat lumayan. Kehidupan selalunya diatur dengan jalan yang tersendiri. Rindu dan kebencian pula ibarat lampu-lampu sepanjang jalan kita belajar menjadi seorang yang sangat mengerti.



p/s: aku sedang belajar menjadi mengerti, dan aku sangat merinduimu..