Diceruk pikuk riuhnya alam,
Aku bagaikan kehilangan diri,
Dalam samudera kehidupan,
yang penuh keasyikan yang mendustakan,
aku kesunyian dalam keriuhan,
Lalu,
perjalanan musafirku bermula,
Aku,
seorang hamba yang bermusafir,
mencari sebuah destinasi hakiki,
penuh kehambaan,
penuh kehinaan,
aku mencari seteguk hidayah,
dalam panjangnya sebuah permusafiran,
untuk dinyalakan,
dalam pekatnya sebuah hakikat,
dan akhirnya,
panasnya sahara hidupku,
dihembus oleh pawana sang iman,
menyejukkan kembali jiwa yang gersang,
kutemui sebuah jawapan,
disebalik jutaan soalan,
bukannya soal bahagia inginku gapai,
tapi sebuah kedamaian,
disetiap jiwa-jiwa sang hamba,
yang sentiasa bermusafir hamba..